Rabu, 09 April 2014

Strategi Pembelajaran Pada Kurikulum 2013

Strategi Pembelajaran dalam Kurikulum 2013
Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas terstruktur dari mata kuliah
Pendidikan IPS SD Kelas Tinggi

Dosen Pengampu :
Rifki Afandi, M.Pd



Disusun oleh :
PGSD 4A-pagi

Dwi Putri Mardianti             128620600007
Debbie Chintya Rose            128620600027
Eka Nur Wahyuni                128620600043
Nur Wicaksono                     128620600060
Puput Novita                         128620600062


PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO

2014


KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun ucapkan atas terselesaikannya makalah: Strategi Pembelajaran dalam Kurikulum 2013. Makalah ini disusun untuk memenuhi kebutuhan akan bahan ajar mata kuliah Pendidikan IPS SD Kelas Tinggi yang diberikan di fakultas keguruan dan ilmu pendidikan jurusan pendidikan guru sekolah dasar. Sebagaimana judulnya makalah  ini diharapkan memberikan wawasan dan gambaran yang luas tentang Strategi Pembelajaran dalam Kurikulum 2013.
Pada kesempatan ini penyusun mengucapkan banyak terimakasih atas bimbingan dosen dan semua pihak sehingga makalah ini dapat penyusun selesaikan dengan baik. Untuk itu penyusun mengucapkan banyak terimakasih kepada :
1.      Bapak Rifki Afandi, M.Pd, selaku dosen pengampu mata kuliah Pendidikan IPS SD Kelas Tinggi.
2.      Rekan - rekan dan semua pihak yang tidak dapat penyusun sebutkan satu – persatu yang telah membantu dalam menyusun makalah ini.

Penyusun sadar bahwa makalah Strategi Pembelajaran dalam Kurikulum 2013 ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penyusun sangat menghargai tegur sapa yang membangun demi semakin berkualitasnya makalah ini.
Demikianlah besar harapan penyusun makalah ini dapat bermanfaat bagi semua mahasiswa dan pengamat. Makalah ini diharapkan dapat menambah pengetahuan tentang Strategi Pembelajaran dan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Untuk semua itu, penyusun menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya.

                                                                                 Sidoarjo, 26 Maret 2014

                                                                                Tim Penyusun

DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR ................................................................................................  i
DAFTAR ISI ................................................................................................................  ii
BAB I  PENDAHULUAN
A. . Latar Belakang ...................................................................................................  1
B. . Rumusan Masalah ..............................................................................................  2
C... Tujuan ................................................................................................................  2
BAB II  PEMBAHASAN
A.      Pengertian Strategi Pembelajaran Menurut para ahli .........................................  3
B.       Unsur Penting Strategi Pembelajaran .................................................................  4
C.       Generalisasi Strategi Pembelajaran ....................................................................  4
BAB III  PENUTUP
A.     Simpulan ............................................................................................................  15
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................  iii










 BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang    
Pemahaman tentang pendekatan pembelajaran, strategi pembelajaran dan metode pembelajaran adalah hal yang sangat penting, terutama dalam konteks penguasaan konsepsional terhadap pembelajaran. Strategi pembelajaran harus mengandung penjelasan tentang metode atau prosedur dan teknik yang digunakan selama proses pembelajaran berlangsung. 
Pemilihan strategi pembelajaran sangatlah penting. Artinya, bagaimana pengajar dapat memilih kegiatan pembelajaran yang paling efektif dan efisien untuk menciptakan pengalaman belajar yang baik, yaitu yang dapat memberikan fasilitas kepada peserta didik mencapai tujuan pembelajaran. Namun, harus diingat bahwa tidak ada satupun strategi pembelajaran yang paling sesuai untuk semua kondisi dan situasi yang berbeda, walaupun tujuan pembelajaran yang ingin dicapai sama. Oleh karena itu, dibutuhkan kreativitas dan ketrampilan pengajar dalam memilih dan menggunakan strategi pembelajaran, yaitu yang disusun berdasarkan karakteristik peserta didik dan situasi kondisi yang dihadapinya.
 
Strategi pembelajaran yang akan dipilih dan digunakan oleh pengajar bertitik tolak dari tujuan awal pembelajaran. Dengan demikian, penerapannya pun harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran, sehingga diharapkan terdapat keselarasan antara tujuan dan pelaksanaan.

B.  Rumusan Masalah
1.    Bagaimana pengertian strategi pembelajaran menurut para ahli?
2.    Apa sajakah unsur penting strategi pembelajaran?
3.    Bagaimana generalisasi strategi pembelajaran?



C.  Tujuan
1.    Supaya dapat mengerti akan strategi pembelajaran dengan benar menurut para ahli.
2.    Supaya dapat memahami akan unsur penting dalam strategi pembelajaran.
3.    Supaya dapat mengerti akan generalisasi strategi pembelajaran.



























BAB II
PEMBAHASAN

A.  Pengertian Strategi Pembelajaran Menurut Para Ahli
Pengertian strategi pembelajaran menurut beberapa ahli, penjelasannya sebagai berikut:
1.    Menurut David, sebagaimana dikutip oleh Gulo menyatakan bahwa teaching strategies for college class room adalah a plan, method or series of activities designed to achieves a particular educational goal. Strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Dengan demikian menurut Gulo, strategi belajar mengajar, meliputi rencana, metode dan perangkat kegiatan yang direncanakan untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu. Kemudian, Gulo menyimpulkan strategi belajar mengajar sebgai rencana dan cara-cara membawakan pengajaran agar segala prinsip dasar dapat terlaksana dan segala tujuan pengajaran dapat dicapai secara efektif.
2.    Menurut Sanjaya, strategi pembelajaran merupakan rencana tindakan (rangkaian kegiatan) termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya atau kekuatan dalam pembelajaran yang disusun untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu yang digunakan untuk memperoleh kesuksesan atau keberhasilan dalam mencapai tujuan pembelajaran.
3.    Menurut Hamalik, strategi pembelajaran adalah keseluruhan metode dan prosedur yang menitikberatkan pada kegiatan siswa dalam proses belajar-mengajar untuk mencapai tujuan tertentu.
4.    Menurut Gafar, strategi instruksional/pembelajaran terdiri atas semua komponen materi (paket) pengajaran dan prosedur yang akan digunakan untuk membantu siswa dalam mencapai tujuan instruksional tertentu.


B.  Unsur Penting Strategi Pembelajaran
          Jika dicermati, pengertian strategi pembelajaran di atas mengarah pada pengertian model-model pengajaran. Walaupun demikian, titik tekan strategi pembelajaran adalah pada operasionalnya (action), sedangkan model menekankan pada pola (pattern). Berdasarkan pengertian di atas, dapat diambil beberapa unsur penting mengenai strategi pembelajaran, yaitu:
·         Memiliki tujuan yang jelas
·         Adanya perencanaan yang jelas
·         Menuntut adanya tindakan (action) guru
·         Merupakan serangkaian prosedur yang harus dikerjakan
·         Melibatkan materi pembelajaran
·         Memiliki urutan/langkah-langkah yang teratur

C.  Generalisasi Strategi Pembelajaran
Berdasarkan beberapa pengertian ahli di atas, strategi pembelajaran dapat diartikan sebgai rancangan prosedural  yang memuat tindakan yang harus dilakukan guru dalam proses pembelajaran untuk mencapai sebuah tujuan. Strategi pembelajaran dapat dikatakan sebagai implementasi dari model pembelajaran.
Secara sederhana, strategi pengajaran merupakan siasat/taktik yang harus dipikirkan/direncanakan guru untuk mencapai tujuan pengajaran yang telah ditetapkan. Dengan demikian, strategi pembelajaran mencakup:

1.      Tujuan Pembelajaran (Metode/Teknik)
Tujuan pembelajaran adalah tercapainya perubahan perilaku atau kompetensi pada siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran tercapainya perubahan perilaku atau kompetensi pada siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran. Tujuan tersebut dirumuskan dalam bentuk pernyataan atau deskripsi yang spesifik. Yang menarik untuk digarisbawahi yaitu dari pemikiran Kemp dan David E. Kapel bahwa perumusan tujuan pembelajaran harus diwujudkan dalam bentuk tertulis. Hal ini mengandung implikasi bahwa setiap perencanaan pembelajaran seyogyanya dibuat secara tertulis (written plan).                                       Upaya merumuskan tujuan pembelajaran dapat memberikan manfaat tertentu, baik bagi guru maupun siswa. Nana Syaodih Sukmadinata mengidentifikasi 4 (empat) manfaat dari tujuan pembelajaran, yaitu:
·    Memudahkan dalam mengkomunikasikan maksud kegiatan belajar mengajar kepada siswa, sehingga siswa dapat melakukan perbuatan belajarnya secara lebih mandiri
·    Memudahkan guru memilih dan menyusun bahan ajar
·    Membantu memudahkan guru menentukan kegiatan belajar dan media pembelajaran
·    Memudahkan guru mengadakan penilaian
2.      Materi Pembelajaran / Bahan  Pelajaran
a.    Pengertian Materi Pembelajaran
Bahan ajar atau materi pembelajaran (instructional materials) adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dipelajari siswa dalam rangka mencapai standar kompetensi yang telah ditentukan. Secara terperinci, jenis-jenis materi pembelajaran terdiri dari pengetahuan (fakta, konsep, prinsip, prosedur), keterampilan, dan sikap atau nilai.
b.   Prinsip-prinsip dalam memilih Materi Pembelajaran / Bahan Ajar
Prinsip-prinsip dalam pemilihan materi pembelajaran meliputi: (a) prinsip relevansi, (b) konsistensi, dan (c) kecukupan. Prinsip relevansi artinya materi pembelajaran hendaknya relevan memiliki keterkaitan dengan pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar. Prinsip konsistensi artinya adanya keajegan antara bahan ajar dengan kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa. Misalnya, kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa empat macam, maka bahan ajar yang harus diajarkan juga harus meliputi empat macam. Prinsip kecukupan artinya materi yang diajarkan hendaknya cukup memadai dalam membantu siswa menguasai kompetensi dasar yang diajarkan.
Materi tidak boleh terlalu sedikit, dan tidak boleh terlalu banyak. Jika terlalu sedikit akan kurang membantu mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar. Sebaliknya, jika terlalu banyak akan membuang-buang waktu dan tenaga yang tidak perlu untuk mempelajarinya.
c.    Langkah dalam memilih Materi Pembelajaran / Bahan Ajar
Materi pembelajaran yang dipilih untuk diajarkan oleh guru dan harus dipelajari siswa hendaknya berisikan materi atau bahan ajar yang benar-benar menunjang tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar. Secara garis besar langkah-langkah pemilihan bahan ajar meliputi : (a) mengidentifikasi aspek-aspek yang terdapat dalam standar kompetensi dan kompetensi dasar yang menjadi acuan atau rujukan pemilihan bahan ajar, (b) mengidentifikasi jenis-jenis materi bahan ajar, (c) memilih bahan ajar yang sesuai atau relevan dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang telah teridentifikasi tadi., dan (d) memilih sumber bahan ajar. Secara lengkap, langkah-langkah pemilihan bahan ajar dapat dijelaskan sebagai berikut:
·      Mengidentifikasi aspek-aspek yang terdapat dalam standar kompetensi dan kompetensi dasar.
·      Memilih jenis materi yang sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar.
·      Memilih sumber bahan ajar.

3.      Kegiatan Pembelajaran (Metode/Teknik)
a.    Kegiatan pendahuluan pada Proses Pembelajaran Kurikulum 2013
Kegiatan pendahuluan yang harus dilakukan oleh guru berdasarkan amanat Kurikulum 2013 adalah:
§  Kegiatan yang mula-mula harus dilakukan oleh guru pada kegiatan pendahuluan di dalam sebuah proses pembelajaran adalah mempersiapkan siswa baik psikis maupun fisik agar dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik.

§  Selanjutnya guru harus mengajukan beberapa pertanyaan-pertanyaan terkait materi pembelajaran baik materi yang telah siswa pelajari serta materi-materi yang akan mereka pelajari dalam proses pembelajaran tersebut.
§  Setelah memberikan pertanyaan-pertanyaan, guru kemudian mengajak siswa untuk mencermati suatu permasalahan atau tugas yang akan dikerjakan sehingga dengan demikian mereka akan belajar tentang suatu materi, kemudian langsung dilanjutkan dengan menguraikan tentang tujuan pembelajaran atau KD yang akan dicapai pada pembelajaran tersebut.
§  Terkahir, dalam kegiatan pendahuluan guru harus memberikan outline cakupan materi serta penjelasan mengenai kegiatan belajar yang akan dilakukan oleh siswa untuk menyelesaikan permasalahan atau tugas yang diberikan.
b.   Kegiatan Inti pada Proses Pembelajaran Kurikulum 2013
Pada hakikatnya, kegiatan inti adalah suatu proses pembelajaran agar tujuan yang ingin dicapai dapat diraih. Kegiatan ini mestinya dilakukan oleh guru dengan cara-cara yang bersifat interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi siswa agar dengan cara yang aktif menjadi seorang pencari informasi, serta dapat memberikan kesempatan yang memadai bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis siswa.
Metode yang digunakan dalam kegiatan inti harus bersesuaian dengan karakteristik siswa dan mata pelajaran. Kegiatan inti mencakup proses-proses berikut:
·      Melakukan observasi
·      Bertanya
·      Mengumpulkan informasi

·      Mengasosiasikan informasi-informasi yang telah diperoleh
·      dan mengkomunikasikan hasilnya.

Pada proses pembelajaran yang terkait dengan KD yang bersifat prosedur untuk melakukan sesuatu, guru memfasilitasi sedemikian rupa sehingga siswa dapat melakukan pengamatan terhadap pemodelan/demonstrasi yang diberikan guru atau ahli, siswa menirukannya, selanjutnya guru melakukan pengecekan dan pemberian umpan balik, dan latihan lanjutan kepada siswa.
Di tiap kegiatan pembelajaran seharunya guru memperhatikan kompetensi yang terkait dengan sikap seperti jujur, teliti, kerja sama, toleransi, disiplin, taat aturan, menghargai pendapat orang lain sebagaimana yang telah dicantumkan pada silabus dan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran). Cara-cara yang dilakukan berkaitan dengan proses pengumpulan data (informasi) diusahakan sedemikian rupa sehingga relevan dengan jenis data yang sedang dieksplorasi, misalnya di laboratorium, studio, lapangan, perpustakaan, museum, dan lain-lain. Sebelum menggunakan informasi atau data yang telah dikumpulkan dan diperoleh siswa mesti tahu dan kemudian berlatih, lalu dilanjutkan dengan menerapkannya pada berbagai situasi.
Berikut ini merupakan contoh penerapan dari kelima tahap kegiatan ini pada proses pembelajaran :
·      Melakukan observasi (melakukan pengamatan)
Dalam kegiatan melakukan pengamatan, guru membuka secara luas dan bervariasi kesempatan siswa untuk melakukan pengamatan melalui kegiatan-kegitan seperti: melihat, menyimak, mendengar, dan membaca. Guru memfasilitasi siswa untuk melakukan pengamatan, melatih mereka untuk memperhatikan (melihat, membaca, mendengar) hal yang penting dari suatu benda atau objek.


·      Bertanya
Pada saat siswa berada pada kegiatan melakukan pengamatan, guru membuka kesempatan secara luas kepada peserta didik untuk mempertanyakan mengenai apapun yang telah mereka lihat, mereka simak, atau mereka baca. Penting bagi guru untuk memberikan bimbingan kepada siswa agar bisa mengajukan pertanyaan. Pertanyaan yang dimaksud di sini berkaitan dengan pertanyaan dari hasil pengamatan objek yang konkrit sampai kepada yang abstrak baik berupa fakta, konsep, prosedur, atau pun hal lain yang lebih abstrak. Pertanyaan dapat pula yang bersifat faktual hingga pada pertanyaan yang bersifat hipotetik.
Berawal situasi siswa diajak untuk berlatih menggunakan pertanyaan dari guru diusahakan agar terus meningkat kualitas tahapan ini sehingga pada akhirnya siswa mampu mengajukan pertanyaan secara mandiri. Dari kegiatan bertanya ini akan dihasilkan sejumlah pertanyaan. Kegiatan bertanya dimaksudkan juga agar siswa dapat mengembangkan rasa ingin tahunya. Pada prinsipnya, semakin terlatih siswa untuk bertanya maka rasa ingin tahu mereka akan semakin berkembang.
Pertanyaan-pertanyaan yang telah mereka ajukan akan dijadikan dasar untuk mencari informasi yang lebih lanjut dan beragam dari sumber-sumber belajar yang telah ditentukan oleh guru hingga mencari informasi ke sumber-sumber yang ditentukan oleh siswa sendiri, dari sumber yang tunggal sampai sumber yang beragam.
·      Mengumpulkan dan mengasosiasikan informasi
Adapun langkah selanjutnya yang merupakan tindak lanjut dari kegiatan bertanya adalah menggali dan mengumpulkan informasi dari beragam sumber dengan bermacam cara. Dalam hal ini siswa boleh membaca buku yang lebih banyak, mengamati fenomena atau objek dengan lebih teliti, atau bisa juga melaksanakan eksperimen. Berdasarkan kegiatan-kegiatan inilah pada akhirnya akan dikumpulkan banyak informasi.
Informasi yang banyak ini selanjutnya akan dijadikan fondasi untuk kegiatan berikutnya yakni memproses informasi sehingga pada akhirnya siswa akan menemukan suatu keterkaitan antara satu informasi dengan informasi lainnya, menemukan pola dari keterkaitan informasi dan bahkan mengambil berbagai kesimpulan dari pola yang ditemukan.
·      Mengkomunikasikan hasil
Kegiatan terakhir dalam kegiatan inti yaitu membuat tulisan atau bercerita tentang apa-apa saja yang telah mereka temukan dalam kegiatan mencari informasi, mengasosiasikan dan menemukan pola. Hasil tersebut disampikan di kelas dan dinilai oleh guru sebagai hasil belajar siswa atau kelompok siswa tersebut.

c.    Kegiatan Penutup pada Proses Pembelajaran Kurikulum 2013
Pada kegiatan penutup, guru bersama-sama dengan siswa dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran, melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram, memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran, merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik, dan menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

4.      Media Pembelajaran
Media pembelajaran secara umum adalah alat bantu proses belajar mengajar. Segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau ketrampilan pebelajar  sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar. Batasan ini cukup luas dan mendalam mencakup pengertian sumber, lingkungan, manusia dan metode yang dimanfaatkan untuk tujuan pembelajaran / pelatihan.
Ada beberapa jenis media pembelajaran, diantaranya :
2.    Media Visual : grafik, diagram, chart, bagan, poster, kartun, komik
3.    Media Audial : radio, tape recorder, laboratorium bahasa, dan sejenisnya
4.    Projected still media : slide; over head projektor (OHP), in focus dan sejenisnya
5.    Projected motion media : film, televisi, video (VCD, DVD, VTR), komputer dan sejenisnya.
5.      Pengelolaan Kelas
Menurut Ahmad, tujuan pengelolaan kelas adalah :
·      Mewujudkan situasi dan kondisi kelas
·      Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi belajar-mengajar.
·      Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar.
·      Membina dan membimbing sesuia dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya, serta sifat-sifat individu.
a.    Pengelolaan Kelas yang Efektif
Menurut Made Pidarta, untuk mengelola kelas secara efektif perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
§  Kelas adalah kelompok kerja yang diorganisasikan untuk tujuan tertentu yang dilengkapi oleh tugas-tugas dan diarahkan oleh guru
§  Guru adalah tutor ( pembimbing ) bagi semua siswa bukan individu.
§  Kelompok memiliki perilaku sendiri yang berbeda dengan perilaku masing-masing individu dalam kelompok
§  Kelompok menyisipkan pengaruhnya kepada anggota-anggotanya

§  Praktik guru cenderung terpusat pada hubungan guru dan siswa
§  Adanya srtuktur kelompok, pola komunikasi, dan kesatuan kelompok. 

6.      Penilaian
Penilaian memilki peran yang sangat penting dalam peningkatan kualitas pembelajaran, oleh karena itu perlu dirancang dan didesain sedemikian rupa sehingga penilain tersebut memberikan makna bagi setiap orang yang terlibat didalamnya. Setidaknya ada 3 hal yang perlu diperhatikan sehingga penilaian menjadi bermakna yaitu ketika penilaian:
·      Memilki ciri secara signifikan
·      Memilki kriteria, prosedur, dan rubrik yang jelas dan dipahami oleh semua pemangku kepentingan (stakeholder)
·      Memberikan hasil-hasil yang menyediakan arah/ petunjuk yang jelas untuk peningkatan kualitas pengajaran dan belajar.
Penilaian hasil belajar bertujuan melihat kemajuan belajar peserta ddidik dalam hal penguasaan materi pengajaran yang telah dipelajarinya sesuai dengan tujuan-tujuan yang telah ditetapkan.
a.    Sasaran penilaian
Sasaran atau objek evaluasi hasil belajar adalah perubahan tingkah laku yang mencakup bidang kognitif, afektif, dan psikomotor secara seimbang. Masing-masing bidang terdiri dari sejumlah aspek. Aspek-aspek tersebut sebaiknya dapat diungkapkan melalui penilaian tersebut.
1)   Ranah Kognitif (Pengetahuan/ Pemahaman)
Penilaian terhadap pengetahuan pada tingkat satuan pelajaran menuntut perumusan secara lebih khusus setiap aspek pengetahuan, yang dikategorikan sebagai: konsep, prosedur, fakta, dan prinsip.
2)   Ranah Afektif
Sasaran evaluasi ranah afektif (sikap dan nilai) meliputi aspek-aspek, sebagai berikut:
§  Aspek penerimaan, yakni kesadaran pekaterhadap segala gejala dan stimulus serta menerima atau menyelesaikan stimulus atau gejala tersebut.
§  Sambutan, yakni aktif mengikuti dan melaksanakan sendiri suatu gejala di samping menyadari/menerimanya.
§  Aspek penilaian, yakni perilaku yang konsisten, stabil mengandung kesungguahan kata hati dan control secara aktif terhadap perilakunya.
§  Aspek organisasi, yakni perilaku menginternalisasi, mengorganisasi dan memantapkan interaksi antara nilai-nilai dan menjadikannya sebgai suatu pendirian yang teguh
§  Aspek karakteristik diri dengan suatu nilai atau kompleks nilai, ialah menginternalisasikan suatu nilai ke dalam system nilai dalam diri individu, yang berprilaku konsisten dengan system nilai tersebut.
3)   Ranah Psikomotor
Aspek keterampilan psikomotorik, ykani tugas-tugas produktif yang menuntut perencanaan strategi. Evaluasi terhadap hasil dan proses perencanaan ialah dengan observasi dan diskusi

b.   Prinsip-Prinsip Penilaian
Hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan penilaian berdasarkan kebijakan kurikulum berbasis 2001 adalah:
§  Valid, artinya penilaian harus memberikan informasi yang akurat tentang hasil belajar siswa.
§  Mendidik, artinya penilaian harus memberikan sumbangan positif terhadap pencapaian belajar siswa.
§  Berorientasi pada kompetensi, artinya penilaian harus menilai pencapaian kompetensi yang dimaksud dalam kurikulum.
§  Adil, artinya penilaian adil terhadap semua siswa dengan tidak membedakan latar belakang social-ekonomi ,budaya, bahasa, dan gender.
§  Terbuka, artinya criteria penilaian dan dasar pengambilan keputusan harus jelas dan terbuka bagi semua pihak (siswa, guru, sekolah, orang tua, dan pihak lain yang terkait).
§  Berkesinambungan, artinya penilaia dilakukan secara berencana, bertahap, dan terus-menerus untuk meperoleh gambaran tentang perkembangn belajar siswa sebagai hasil kegiatan belajarnya.
§  Menyeluruh, artinya enilaian dapat dilakukan dengan berbagai teknik dan prosedur termasuk mengumpulkan berbagai bukti hasil belajar siswa.
§  Bermakna, artinya penilaian hendaknya mudah dipahami, mepunyai arti, berguna, dan bisa ditindak lanjuti oleh semua pihak.


















BAB III
PENUTUP

A.  Simpulan
Jadi, strategi pembelajaran merupakan cara sistematis yang dipilih dan digunakan seorang pembelajar/pendidik untuk menyampaikan materi pembelajaran,  sehingga memudahkan pembelajar/pendidik mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Strategi pembelajaran merupakan perpaduan dari ututann kegiatan, cara pengorganisasian materi pelajaran dan siswa, peralatan dan bahan, serta waktu yang digunakan dalam proses pembelajaran.
Penerapan strategi pembelajaran harus disesuaikan dengan kondisi baik internal (siswa) maupun eksternal (sarana dan prasarana sekolah), waktu, dan perkembangan teknologi untuk mencapai tujuan pembelajaran secara mutlak.



DAFTAR PUSTAKA



                

4 komentar:

  1. 5 merkur 45c casino online - XN
    › merkur 카지노 45c 메리트 카지노 주소 casino 샌즈카지노 online

    BalasHapus
  2. Harrah's Las Vegas Casino Site | Lucky Club
    Our Harrah's Las Vegas Casino site luckyclub provides quick access to your favourite slots, table games, and more. Make your Vegas Vegas casino experience a real

    BalasHapus
  3. What to do at a casino and get an in-person gambling experience
    This can 경기도 출장안마 be difficult 성남 출장마사지 for a gambler. To 인천광역 출장샵 do that, you need to register and deposit and do research on any gambling activity 세종특별자치 출장샵 in the online gambling world. This 평택 출장마사지

    BalasHapus
  4. sedikit membantu ya bro.... terima kasih, silahkan ditingkatkan

    BalasHapus