Strategi Pembelajaran dalam Kurikulum 2013
Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas
terstruktur dari mata kuliah
Pendidikan IPS SD Kelas Tinggi
Dosen Pengampu :
Disusun
oleh :
PGSD 4A-pagi
Dwi Putri Mardianti 128620600007
Debbie Chintya Rose 128620600027
Eka Nur Wahyuni 128620600043
Nur Wicaksono 128620600060
Puput Novita 128620600062
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO
2014
KATA
PENGANTAR
Puji syukur penyusun ucapkan atas terselesaikannya
makalah: Strategi Pembelajaran dalam Kurikulum 2013. Makalah ini disusun untuk memenuhi
kebutuhan akan bahan ajar mata kuliah Pendidikan IPS SD Kelas Tinggi yang diberikan di fakultas keguruan
dan ilmu pendidikan
jurusan pendidikan guru sekolah dasar. Sebagaimana judulnya makalah ini diharapkan memberikan wawasan dan gambaran yang luas
tentang Strategi Pembelajaran dalam Kurikulum 2013.
Pada kesempatan ini penyusun mengucapkan banyak terimakasih atas bimbingan dosen
dan semua pihak sehingga makalah ini dapat penyusun selesaikan
dengan baik. Untuk itu penyusun mengucapkan
banyak terimakasih kepada :
1.
Bapak Rifki Afandi, M.Pd, selaku
dosen pengampu mata kuliah Pendidikan IPS SD Kelas Tinggi.
2.
Rekan - rekan dan semua pihak yang
tidak dapat penyusun sebutkan
satu – persatu yang telah membantu dalam menyusun makalah ini.
Penyusun sadar bahwa makalah Strategi Pembelajaran dalam Kurikulum
2013 ini
masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penyusun sangat menghargai tegur sapa yang
membangun demi semakin berkualitasnya makalah ini.
Demikianlah besar harapan penyusun makalah ini dapat bermanfaat bagi
semua mahasiswa dan pengamat. Makalah ini diharapkan dapat menambah pengetahuan
tentang Strategi
Pembelajaran
dan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Untuk semua itu, penyusun menyampaikan terima kasih yang
sebesar-besarnya.
Sidoarjo,
26 Maret 2014
Tim
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ................................................................................................ i
DAFTAR ISI ................................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN
A. . Latar Belakang ................................................................................................... 1
B. . Rumusan Masalah .............................................................................................. 2
C... Tujuan ................................................................................................................ 2
BAB II PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Strategi Pembelajaran Menurut para ahli ......................................... 3
B.
Unsur Penting
Strategi Pembelajaran ................................................................. 4
C.
Generalisasi
Strategi Pembelajaran .................................................................... 4
BAB III PENUTUP
A.
Simpulan ............................................................................................................ 15
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................. iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pemahaman tentang pendekatan pembelajaran,
strategi pembelajaran dan metode pembelajaran adalah hal yang sangat penting,
terutama dalam konteks penguasaan konsepsional terhadap pembelajaran. Strategi
pembelajaran harus mengandung penjelasan tentang metode atau prosedur dan
teknik yang digunakan selama proses pembelajaran berlangsung.
Pemilihan strategi pembelajaran sangatlah penting. Artinya, bagaimana pengajar dapat memilih kegiatan pembelajaran yang paling efektif dan efisien untuk menciptakan pengalaman belajar yang baik, yaitu yang dapat memberikan fasilitas kepada peserta didik mencapai tujuan pembelajaran. Namun, harus diingat bahwa tidak ada satupun strategi pembelajaran yang paling sesuai untuk semua kondisi dan situasi yang berbeda, walaupun tujuan pembelajaran yang ingin dicapai sama. Oleh karena itu, dibutuhkan kreativitas dan ketrampilan pengajar dalam memilih dan menggunakan strategi pembelajaran, yaitu yang disusun berdasarkan karakteristik peserta didik dan situasi kondisi yang dihadapinya.
Pemilihan strategi pembelajaran sangatlah penting. Artinya, bagaimana pengajar dapat memilih kegiatan pembelajaran yang paling efektif dan efisien untuk menciptakan pengalaman belajar yang baik, yaitu yang dapat memberikan fasilitas kepada peserta didik mencapai tujuan pembelajaran. Namun, harus diingat bahwa tidak ada satupun strategi pembelajaran yang paling sesuai untuk semua kondisi dan situasi yang berbeda, walaupun tujuan pembelajaran yang ingin dicapai sama. Oleh karena itu, dibutuhkan kreativitas dan ketrampilan pengajar dalam memilih dan menggunakan strategi pembelajaran, yaitu yang disusun berdasarkan karakteristik peserta didik dan situasi kondisi yang dihadapinya.
Strategi pembelajaran yang akan dipilih dan
digunakan oleh pengajar bertitik tolak dari tujuan awal pembelajaran. Dengan
demikian, penerapannya pun harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran,
sehingga diharapkan terdapat keselarasan antara tujuan dan pelaksanaan.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana pengertian strategi pembelajaran menurut para ahli?
2. Apa sajakah unsur penting strategi pembelajaran?
3. Bagaimana generalisasi strategi pembelajaran?
C. Tujuan
1. Supaya dapat mengerti akan
strategi pembelajaran dengan benar menurut para ahli.
2. Supaya dapat memahami akan unsur penting dalam strategi pembelajaran.
3. Supaya dapat mengerti akan generalisasi strategi pembelajaran.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Strategi Pembelajaran Menurut Para Ahli
Pengertian
strategi pembelajaran menurut beberapa ahli, penjelasannya sebagai berikut:
1. Menurut
David, sebagaimana dikutip oleh Gulo menyatakan bahwa teaching strategies for college class room adalah a plan, method or series of activities
designed to achieves a particular educational goal. Strategi pembelajaran
dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang
didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Dengan demikian menurut
Gulo, strategi belajar mengajar, meliputi rencana, metode dan perangkat
kegiatan yang direncanakan untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu. Kemudian,
Gulo menyimpulkan strategi belajar mengajar sebgai rencana dan cara-cara
membawakan pengajaran agar segala prinsip dasar dapat terlaksana dan segala
tujuan pengajaran dapat dicapai secara efektif.
2. Menurut Sanjaya, strategi
pembelajaran merupakan rencana tindakan (rangkaian kegiatan) termasuk penggunaan
metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya atau kekuatan dalam pembelajaran
yang disusun untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu yang digunakan untuk
memperoleh kesuksesan atau keberhasilan dalam mencapai tujuan pembelajaran.
3. Menurut Hamalik, strategi pembelajaran
adalah keseluruhan metode dan prosedur yang menitikberatkan pada kegiatan siswa
dalam proses belajar-mengajar untuk mencapai tujuan tertentu.
4. Menurut
Gafar, strategi instruksional/pembelajaran terdiri atas semua komponen materi
(paket) pengajaran dan prosedur yang akan digunakan untuk membantu siswa dalam
mencapai tujuan instruksional tertentu.
B. Unsur
Penting Strategi Pembelajaran
Jika
dicermati, pengertian strategi pembelajaran di atas mengarah pada pengertian
model-model pengajaran. Walaupun demikian, titik tekan strategi pembelajaran
adalah pada operasionalnya (action), sedangkan model menekankan pada pola
(pattern). Berdasarkan pengertian di atas, dapat diambil beberapa unsur penting
mengenai strategi pembelajaran, yaitu:
·
Memiliki tujuan yang
jelas
·
Adanya perencanaan yang
jelas
·
Menuntut adanya
tindakan (action) guru
·
Merupakan serangkaian
prosedur yang harus dikerjakan
·
Melibatkan materi pembelajaran
·
Memiliki urutan/langkah-langkah
yang teratur
C. Generalisasi
Strategi Pembelajaran
Berdasarkan
beberapa pengertian ahli di atas, strategi pembelajaran dapat diartikan sebgai
rancangan prosedural yang memuat
tindakan yang harus dilakukan guru dalam proses pembelajaran untuk mencapai
sebuah tujuan. Strategi pembelajaran dapat dikatakan sebagai implementasi dari
model pembelajaran.
Secara
sederhana, strategi pengajaran merupakan siasat/taktik yang harus
dipikirkan/direncanakan guru untuk mencapai tujuan pengajaran yang telah
ditetapkan. Dengan demikian, strategi pembelajaran mencakup:
1.
Tujuan
Pembelajaran (Metode/Teknik)
Tujuan
pembelajaran adalah tercapainya perubahan perilaku atau kompetensi pada siswa
setelah mengikuti kegiatan pembelajaran tercapainya perubahan perilaku atau
kompetensi pada siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran. Tujuan tersebut dirumuskan dalam
bentuk pernyataan atau deskripsi yang spesifik. Yang menarik untuk
digarisbawahi yaitu dari pemikiran Kemp dan David E. Kapel bahwa perumusan
tujuan pembelajaran harus diwujudkan dalam bentuk tertulis. Hal ini mengandung implikasi
bahwa setiap perencanaan pembelajaran seyogyanya dibuat secara tertulis
(written plan). Upaya merumuskan tujuan pembelajaran
dapat memberikan manfaat tertentu, baik bagi guru maupun siswa. Nana Syaodih
Sukmadinata mengidentifikasi 4 (empat) manfaat dari tujuan pembelajaran, yaitu:
·
Memudahkan dalam mengkomunikasikan maksud kegiatan belajar
mengajar kepada siswa, sehingga siswa dapat melakukan perbuatan belajarnya
secara lebih mandiri
· Memudahkan guru memilih dan menyusun
bahan ajar
· Membantu memudahkan guru menentukan
kegiatan belajar dan media pembelajaran
· Memudahkan guru mengadakan penilaian
2.
Materi
Pembelajaran / Bahan Pelajaran
a.
Pengertian Materi Pembelajaran
Bahan ajar atau materi pembelajaran (instructional
materials) adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus
dipelajari siswa dalam rangka mencapai standar kompetensi yang telah
ditentukan. Secara terperinci, jenis-jenis materi pembelajaran terdiri dari
pengetahuan (fakta, konsep, prinsip, prosedur), keterampilan, dan sikap atau
nilai.
b. Prinsip-prinsip
dalam memilih Materi Pembelajaran / Bahan Ajar
Prinsip-prinsip dalam pemilihan materi pembelajaran meliputi: (a) prinsip
relevansi, (b) konsistensi, dan (c) kecukupan. Prinsip relevansi artinya materi
pembelajaran hendaknya relevan memiliki keterkaitan dengan pencapaian standar
kompetensi dan kompetensi dasar. Prinsip konsistensi artinya adanya
keajegan antara bahan ajar dengan kompetensi dasar
yang harus dikuasai siswa. Misalnya, kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa
empat macam, maka bahan ajar yang harus diajarkan juga harus meliputi empat
macam. Prinsip kecukupan artinya materi yang diajarkan hendaknya cukup
memadai dalam membantu siswa menguasai kompetensi dasar yang diajarkan.
Materi tidak boleh terlalu sedikit, dan tidak boleh terlalu banyak. Jika
terlalu sedikit akan kurang membantu mencapai standar kompetensi dan kompetensi
dasar. Sebaliknya, jika terlalu banyak akan membuang-buang waktu dan tenaga
yang tidak perlu untuk mempelajarinya.
c. Langkah dalam
memilih Materi Pembelajaran / Bahan Ajar
Materi pembelajaran yang dipilih untuk diajarkan oleh guru dan harus
dipelajari siswa hendaknya berisikan materi atau bahan ajar yang benar-benar
menunjang tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar. Secara garis
besar langkah-langkah pemilihan bahan ajar meliputi : (a) mengidentifikasi
aspek-aspek yang terdapat dalam standar kompetensi dan kompetensi dasar yang
menjadi acuan atau rujukan pemilihan bahan ajar, (b) mengidentifikasi
jenis-jenis materi bahan ajar, (c) memilih bahan ajar yang sesuai atau relevan
dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang telah teridentifikasi
tadi., dan (d) memilih sumber bahan ajar. Secara lengkap, langkah-langkah
pemilihan bahan ajar dapat dijelaskan sebagai berikut:
· Mengidentifikasi
aspek-aspek yang terdapat dalam standar kompetensi dan kompetensi dasar.
· Memilih jenis
materi yang sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar.
· Memilih
sumber bahan ajar.
3.
Kegiatan Pembelajaran
(Metode/Teknik)
a.
Kegiatan pendahuluan pada Proses
Pembelajaran Kurikulum 2013
Kegiatan
pendahuluan yang harus dilakukan oleh guru berdasarkan amanat Kurikulum 2013
adalah:
§ Kegiatan yang mula-mula harus
dilakukan oleh guru pada kegiatan pendahuluan di dalam sebuah proses
pembelajaran adalah mempersiapkan siswa baik psikis maupun fisik agar dapat
mengikuti proses pembelajaran dengan baik.
§ Selanjutnya guru harus mengajukan
beberapa pertanyaan-pertanyaan terkait materi pembelajaran baik materi yang
telah siswa pelajari serta materi-materi yang akan mereka pelajari dalam proses
pembelajaran tersebut.
§ Setelah memberikan pertanyaan-pertanyaan,
guru kemudian mengajak siswa untuk mencermati suatu permasalahan atau tugas
yang akan dikerjakan sehingga dengan demikian mereka akan belajar tentang suatu
materi, kemudian langsung dilanjutkan dengan menguraikan tentang tujuan pembelajaran
atau KD yang akan dicapai pada pembelajaran tersebut.
§ Terkahir, dalam kegiatan pendahuluan
guru harus memberikan outline cakupan materi serta penjelasan mengenai kegiatan
belajar yang akan dilakukan oleh siswa untuk menyelesaikan permasalahan atau tugas
yang diberikan.
b.
Kegiatan Inti pada Proses
Pembelajaran Kurikulum 2013
Pada
hakikatnya, kegiatan inti adalah suatu proses pembelajaran agar tujuan yang
ingin dicapai dapat diraih. Kegiatan ini mestinya dilakukan oleh guru dengan
cara-cara yang bersifat interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang,
memotivasi siswa agar dengan cara yang aktif menjadi seorang pencari informasi,
serta dapat memberikan kesempatan yang memadai bagi prakarsa, kreativitas, dan
kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis
siswa.
Metode
yang digunakan dalam kegiatan inti harus bersesuaian dengan karakteristik siswa
dan mata pelajaran. Kegiatan inti mencakup proses-proses berikut:
· Melakukan observasi
· Bertanya
· Mengumpulkan informasi
· Mengasosiasikan informasi-informasi
yang telah diperoleh
· dan mengkomunikasikan hasilnya.
Pada
proses pembelajaran yang terkait dengan KD yang bersifat prosedur untuk
melakukan sesuatu, guru memfasilitasi sedemikian rupa sehingga siswa dapat
melakukan pengamatan terhadap pemodelan/demonstrasi yang diberikan guru atau
ahli, siswa menirukannya, selanjutnya guru melakukan pengecekan dan pemberian
umpan balik, dan latihan lanjutan kepada siswa.
Di
tiap kegiatan pembelajaran seharunya guru memperhatikan kompetensi yang terkait
dengan sikap seperti jujur, teliti, kerja sama, toleransi, disiplin, taat
aturan, menghargai pendapat orang lain sebagaimana yang telah dicantumkan pada
silabus dan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran). Cara-cara yang dilakukan
berkaitan dengan proses pengumpulan data (informasi) diusahakan sedemikian rupa
sehingga relevan dengan jenis data yang sedang dieksplorasi, misalnya di
laboratorium, studio, lapangan, perpustakaan, museum, dan lain-lain. Sebelum
menggunakan informasi atau data yang telah dikumpulkan dan diperoleh siswa
mesti tahu dan kemudian berlatih, lalu dilanjutkan dengan menerapkannya pada
berbagai situasi.
Berikut
ini merupakan contoh penerapan dari kelima tahap kegiatan ini pada proses
pembelajaran :
· Melakukan observasi (melakukan
pengamatan)
Dalam
kegiatan melakukan pengamatan, guru membuka secara luas dan bervariasi
kesempatan siswa untuk melakukan pengamatan melalui kegiatan-kegitan seperti:
melihat, menyimak, mendengar, dan membaca. Guru memfasilitasi siswa untuk
melakukan pengamatan, melatih mereka untuk memperhatikan (melihat, membaca,
mendengar) hal yang penting dari suatu benda atau objek.
· Bertanya
Pada
saat siswa berada pada kegiatan melakukan pengamatan, guru membuka kesempatan
secara luas kepada peserta didik untuk mempertanyakan mengenai apapun yang
telah mereka lihat, mereka simak, atau mereka baca. Penting bagi guru untuk
memberikan bimbingan kepada siswa agar bisa mengajukan pertanyaan. Pertanyaan
yang dimaksud di sini berkaitan dengan pertanyaan dari hasil pengamatan objek
yang konkrit sampai kepada yang abstrak baik berupa fakta, konsep, prosedur,
atau pun hal lain yang lebih abstrak. Pertanyaan dapat pula yang bersifat
faktual hingga pada pertanyaan yang bersifat hipotetik.
Berawal
situasi siswa diajak untuk berlatih menggunakan pertanyaan dari guru diusahakan
agar terus meningkat kualitas tahapan ini sehingga pada akhirnya siswa mampu
mengajukan pertanyaan secara mandiri. Dari kegiatan bertanya ini akan
dihasilkan sejumlah pertanyaan. Kegiatan bertanya dimaksudkan juga agar siswa
dapat mengembangkan rasa ingin tahunya. Pada prinsipnya, semakin terlatih siswa
untuk bertanya maka rasa ingin tahu mereka akan semakin berkembang.
Pertanyaan-pertanyaan
yang telah mereka ajukan akan dijadikan dasar untuk mencari informasi yang
lebih lanjut dan beragam dari sumber-sumber belajar yang telah ditentukan oleh
guru hingga mencari informasi ke sumber-sumber yang ditentukan oleh siswa
sendiri, dari sumber yang tunggal sampai sumber yang beragam.
· Mengumpulkan dan mengasosiasikan
informasi
Adapun
langkah selanjutnya yang merupakan tindak lanjut dari kegiatan bertanya adalah
menggali dan mengumpulkan informasi dari beragam sumber dengan bermacam cara.
Dalam hal ini siswa boleh membaca buku yang lebih banyak, mengamati fenomena
atau objek dengan lebih teliti, atau bisa juga melaksanakan eksperimen.
Berdasarkan kegiatan-kegiatan inilah pada akhirnya akan dikumpulkan banyak
informasi.
Informasi
yang banyak ini selanjutnya akan dijadikan fondasi untuk kegiatan berikutnya
yakni memproses informasi sehingga pada akhirnya siswa akan menemukan suatu
keterkaitan antara satu informasi dengan informasi lainnya, menemukan pola dari
keterkaitan informasi dan bahkan mengambil berbagai kesimpulan dari pola yang
ditemukan.
· Mengkomunikasikan hasil
Kegiatan terakhir dalam kegiatan
inti yaitu membuat tulisan atau bercerita tentang apa-apa saja yang telah
mereka temukan dalam kegiatan mencari informasi, mengasosiasikan dan menemukan
pola. Hasil tersebut disampikan di kelas dan dinilai oleh guru sebagai hasil
belajar siswa atau kelompok siswa tersebut.
c.
Kegiatan Penutup pada Proses
Pembelajaran Kurikulum 2013
Pada
kegiatan penutup, guru bersama-sama dengan siswa dan/atau sendiri membuat
rangkuman/simpulan pelajaran, melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap
kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram, memberikan
umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran, merencanakan kegiatan
tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan
konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok
sesuai dengan hasil belajar peserta didik, dan menyampaikan rencana pembelajaran
pada pertemuan berikutnya.
4.
Media Pembelajaran
Media pembelajaran secara
umum adalah alat bantu proses belajar mengajar.
Segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan,
perhatian dan kemampuan atau ketrampilan pebelajar sehingga dapat
mendorong terjadinya proses belajar. Batasan ini cukup luas dan mendalam
mencakup pengertian sumber, lingkungan, manusia dan metode yang
dimanfaatkan untuk tujuan
pembelajaran /
pelatihan.
Ada beberapa jenis media pembelajaran, diantaranya :
2. Media Visual : grafik, diagram, chart, bagan, poster, kartun, komik
3. Media Audial : radio, tape recorder, laboratorium bahasa, dan sejenisnya
4. Projected still
media : slide; over
head projektor (OHP), in focus dan sejenisnya
5. Projected motion
media : film, televisi,
video (VCD, DVD, VTR), komputer dan sejenisnya.
5.
Pengelolaan
Kelas
Menurut Ahmad, tujuan
pengelolaan kelas adalah :
·
Mewujudkan
situasi dan kondisi kelas
·
Menghilangkan
berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi belajar-mengajar.
·
Menyediakan
dan mengatur fasilitas serta perabot belajar.
·
Membina
dan membimbing sesuia dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya, serta sifat-sifat individu.
a.
Pengelolaan Kelas yang Efektif
Menurut Made Pidarta, untuk mengelola
kelas secara efektif perlu diperhatikan
hal-hal sebagai berikut :
§
Kelas
adalah kelompok kerja yang diorganisasikan untuk tujuan tertentu yang
dilengkapi oleh tugas-tugas dan diarahkan oleh guru
§
Guru
adalah tutor ( pembimbing ) bagi semua siswa bukan individu.
§
Kelompok
memiliki perilaku sendiri yang berbeda dengan perilaku masing-masing individu
dalam kelompok
§
Kelompok
menyisipkan pengaruhnya kepada anggota-anggotanya
§
Praktik
guru cenderung terpusat pada hubungan guru dan siswa
§
Adanya
srtuktur kelompok, pola komunikasi, dan kesatuan kelompok.
6. Penilaian
Penilaian memilki peran yang sangat
penting dalam peningkatan kualitas pembelajaran, oleh karena itu perlu dirancang
dan didesain sedemikian rupa sehingga penilain tersebut memberikan makna bagi
setiap orang yang terlibat didalamnya. Setidaknya ada 3 hal yang perlu
diperhatikan sehingga penilaian menjadi bermakna yaitu ketika penilaian:
·
Memilki ciri secara signifikan
·
Memilki kriteria, prosedur, dan rubrik
yang jelas dan dipahami oleh semua pemangku kepentingan (stakeholder)
·
Memberikan hasil-hasil yang menyediakan
arah/ petunjuk yang jelas untuk peningkatan kualitas pengajaran dan belajar.
Penilaian hasil belajar bertujuan
melihat kemajuan belajar peserta ddidik dalam hal penguasaan materi pengajaran
yang telah dipelajarinya sesuai dengan tujuan-tujuan yang telah ditetapkan.
a. Sasaran penilaian
Sasaran atau objek evaluasi hasil
belajar adalah perubahan tingkah laku yang mencakup bidang kognitif, afektif,
dan psikomotor secara seimbang. Masing-masing bidang terdiri dari sejumlah
aspek. Aspek-aspek tersebut sebaiknya dapat diungkapkan melalui penilaian
tersebut.
1) Ranah
Kognitif (Pengetahuan/ Pemahaman)
Penilaian terhadap
pengetahuan pada tingkat satuan pelajaran menuntut perumusan secara lebih
khusus setiap aspek pengetahuan, yang dikategorikan sebagai: konsep, prosedur,
fakta, dan prinsip.
2)
Ranah Afektif
Sasaran evaluasi ranah
afektif (sikap dan nilai) meliputi
aspek-aspek,
sebagai berikut:
§ Aspek
penerimaan, yakni kesadaran pekaterhadap segala gejala dan stimulus serta
menerima atau menyelesaikan stimulus atau gejala tersebut.
§ Sambutan,
yakni aktif mengikuti dan melaksanakan sendiri suatu gejala di samping menyadari/menerimanya.
§ Aspek
penilaian, yakni perilaku yang konsisten, stabil mengandung kesungguahan kata
hati dan control secara aktif terhadap perilakunya.
§ Aspek
organisasi, yakni perilaku menginternalisasi, mengorganisasi dan memantapkan
interaksi antara nilai-nilai dan menjadikannya sebgai suatu pendirian yang
teguh
§ Aspek
karakteristik diri dengan suatu nilai atau kompleks nilai, ialah
menginternalisasikan suatu nilai ke dalam system nilai dalam diri individu,
yang berprilaku konsisten dengan system nilai tersebut.
3) Ranah
Psikomotor
Aspek keterampilan
psikomotorik, ykani tugas-tugas produktif yang menuntut perencanaan strategi.
Evaluasi terhadap hasil dan proses perencanaan ialah dengan observasi dan
diskusi
b.
Prinsip-Prinsip
Penilaian
Hal
yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan penilaian berdasarkan kebijakan
kurikulum berbasis 2001 adalah:
§ Valid,
artinya penilaian harus memberikan informasi yang akurat tentang hasil belajar
siswa.
§ Mendidik,
artinya penilaian harus memberikan sumbangan positif terhadap pencapaian
belajar siswa.
§ Berorientasi pada
kompetensi, artinya penilaian harus menilai pencapaian kompetensi yang dimaksud
dalam kurikulum.
§ Adil,
artinya penilaian adil terhadap semua siswa dengan tidak membedakan latar
belakang social-ekonomi ,budaya, bahasa, dan gender.
§ Terbuka,
artinya criteria penilaian dan dasar pengambilan keputusan harus jelas dan
terbuka bagi semua pihak (siswa, guru, sekolah, orang tua, dan pihak lain yang
terkait).
§ Berkesinambungan,
artinya penilaia dilakukan secara berencana, bertahap, dan terus-menerus untuk
meperoleh gambaran tentang perkembangn belajar siswa sebagai hasil kegiatan
belajarnya.
§ Menyeluruh,
artinya enilaian dapat dilakukan dengan berbagai teknik dan prosedur termasuk
mengumpulkan berbagai bukti hasil belajar siswa.
§ Bermakna,
artinya penilaian hendaknya mudah dipahami, mepunyai arti, berguna, dan bisa ditindak lanjuti oleh semua
pihak.
BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Jadi, strategi pembelajaran merupakan cara
sistematis yang dipilih dan digunakan seorang pembelajar/pendidik untuk menyampaikan materi pembelajaran, sehingga memudahkan
pembelajar/pendidik mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Strategi
pembelajaran merupakan perpaduan dari ututann kegiatan, cara pengorganisasian
materi pelajaran dan siswa, peralatan dan bahan, serta waktu yang digunakan
dalam proses pembelajaran.
Penerapan strategi pembelajaran harus disesuaikan
dengan kondisi baik internal (siswa) maupun eksternal (sarana dan prasarana
sekolah), waktu, dan perkembangan teknologi untuk mencapai tujuan pembelajaran
secara mutlak.
DAFTAR
PUSTAKA

5 merkur 45c casino online - XN
BalasHapus› merkur 카지노 45c 메리트 카지노 주소 casino 샌즈카지노 online
Harrah's Las Vegas Casino Site | Lucky Club
BalasHapusOur Harrah's Las Vegas Casino site luckyclub provides quick access to your favourite slots, table games, and more. Make your Vegas Vegas casino experience a real
What to do at a casino and get an in-person gambling experience
BalasHapusThis can 경기도 출장안마 be difficult 성남 출장마사지 for a gambler. To 인천광역 출장샵 do that, you need to register and deposit and do research on any gambling activity 세종특별자치 출장샵 in the online gambling world. This 평택 출장마사지
sedikit membantu ya bro.... terima kasih, silahkan ditingkatkan
BalasHapus